
Dalam dunia pengiriman barang, ada istilah yang sering disebut yaitu ekspedisi, kargo dan logistik. Lalu apakah ketiga istilah itu mempuyai arti yang sama?
Mari kita simak uraian dibawah ini.
Jasa Ekspedisi
Jasa ekspedisi merupakan layanan pengiriman barang yang disediakan oleh perusahaan pengiriman, baik itu melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Jasa ini banyak digunakan oleh para penjual online di mana mekanisme pembelian dilakukan secara digital melalui platform e-Commerce.
Dengan bantuan jasa ekspedisi yang mendukung layanan pengiriman nasional, para pemilik bisnis online dapat menjangkau lebih banyak pelanggan,
bahkan hingga ke luar pulau sekalipun.
Jasa Cargo
Jasa cargo adalah layanan pengiriman yang berfokus pada pengiriman barang dalam skala besar dengan menggunakan kontainer.
Tidak seperti jasa ekspedisi yang hanya menerima pengiriman barang bervolume kecil,
jasa cargo memungkinkan seseorang untuk mengirimkan barang dalam jumlah yang banyak sekaligus, baik itu melalui jalur darat, laut, maupun udara.
Selain sering digunakan oleh pemilik bisnis yang ingin memindahkan inventori dari satu gudang ke gudang lainnya,
beberapa jasa cargo juga biasanya menawarkan layanan pengiriman barang dari dan ke luar negeri.
Jasa Logistik
Sama seperti jasa ekspedisi, perusahaan logistik juga menyediakan layanan pengirim barang.
Namun yang membuatnya berbeda adalah jasa logistik juga menawarkan layanan lainnya yang lebih lengkap,
yaitu jasa pergudangan, pengepakan, cold storage, aramada truk, dan berbagai jasa lain yang mencakup setiap aspek dalam rantai pasokan.
Di dalam dunia bisnis, jasa logistik memainkan peran penting untuk mengelola perpindahan inventori dari satu titik ke titik lain
seefektif dan seefisien mungkin agar perusahaan pelanggan dapat beroperasi dengan lancar dengan cara yang lebih hemat biaya.
Sejarah berdirinya ekspedisi yang pertama Indonesia dimulai pada tahun 1602 saat Indonesia masih dalam penjajahan Belanda.
Pada tahun tersebut semua orang yang ingin berkirim surat mau tak mau harus menitipkannya ke Stadsherberg atau gedung penginapan kota.
Saat itu, gubernur jenderal bernama Gustaaf Willem Baron van Imhoff dari Belanda yang menyadari dan terusik untuk
membuat jasa pengiriman yang jauh lebih efisien, aman serta terjamin.
Diawali pada tahun 1746
Bermula dari gagasan sang Gubernur Jenderal tersebut, pada tanggal 26 Agustus 1746 dibangun kantor pos pertama di Batavia (sekarang Jakarta). Dengan berdirinya kantor pos pertama tersebut, maka pengiriman barang menjadi lebih efisien, di mana masyarakat jadi semakin mudah dan merasa aman ketika mengirimkan berbagai dokumen penting tanpa harus was-was dan ketakutan.
Tahun 1750
Berkembangnya jasa pengiriman di Indonesia kemudian berlanjut pada sekitar tahun 1750 atau 4 tahun sejak berdirinya kantor pos di Batavia, dibangun juga cabang kantor pos di Semarang. Pembangunan kantor pos cabang di Semarang tersebut semakin memberikan angin segar bagi perkembangan jasa pengiriman di Indonesia dan memberikan dampak positif percepatan pengiriman. Tentu saja hal tersebut disambut dengan sangat baik oleh masyarakat. Saat itu, rute pengiriman yang dilalui Pos Indonesia Semarang adalah Pekalongan, Cirebon dan Karawang.
Tahun 1808
Pada tahun 1808, kepemimpinan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff digantikan oleh Herman Willem Daendels. Pasti Anda tahu siapa orang ini bukan? Ya, dialah yang mempopulerkan sistem kerja rodi. Masyarakat Indonesia pada masa kepemimpinan Daendels harus merasakan pahitnya kerja rodi. Namun di balik kejamnya siksaan kerja rodi yang dilakukan Daendels, sistem dan pelayanan pengiriman juga turut bertambah baik karena tersokong dengan infrastruktur yang dilakukan Daendels tersebut.
Tahun 1875
Dengan adanya pembangunan jalan dari Jawa Timur hingga Jawa Barat yang semakin memudahkan proses pengiriman barang dari tiap daerah saat pemerintahan Daendels. Berlanjut pada tahun 1875, Pos Indonesia dileburkan dengan dinas telegraf dan berganti nama menjadi Post En Telegraafdienst. Dampak dari peleburan dan pergantian nama tersebut turut berimbas pada perpindahan kantornya, di mana tadinya kantor pos pusat berada di Gambir, Jakarta, berpindah ke kota Bandung. Sejak saat itu Pos Indonesia berkembang semakin pesat hingga pada akhirnya berubah status menjadi Perusahaan Negara dan Pos Indonesia berubah nama menjadi PN Postel, yakni Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi.
Tahun 1965
Pada tahun 1965 PN Postel mengalami perubahan nama kembali, yakni menjadi PN Pos dan Giro yang menandakan semakin maju dan berkembangnya sektor komunikasi dan pengiriman barang.
Tahun 1978
Pada tahun 1978 Pos Indonesia kembali berganti nama dari PN Pos dan Giro menjadi Perum Pos dan Giro dengan misi memperbaiki hubungan serta kinerja pengiriman dalam negeri dan luar negeri.
Tahun 1995
Hingga pada akhirnya di tahun 1995 Pos indonesia berganti nama menjadi PT Pos Indonesia (persero) sampai saat ini.
LJR LOGISTICS merupakan jasa logistik dengan layanan yang lengkap meliputi pengiriman darat, laut dan udara, pergudangan, pengurusan bea cukai, pengepakan dan perpindahan, penyewaan kendaraan dengan supir, pengiriman barang khusus. Jadi anda tidak perlu ragu lagi untuk mempercayakan kebutuhan logistic perusahaan anda kepada LJR LOGISTICS.
LJR LOGISTICS
Excellent Service is Our Passion
Faster & Better
Mau dapatkan promo spesial untuk anda pelanggan baru LJR LOGISTICS?
Hubungi CS LJR Logistics
PT LESTARI JAYA RAYA
Telp : 021 2213 3333
Whatsapp : +628114001800
atau klik link whatsapp ini http://bit.ly/LjrLogistics
website : www.ljrlogistics.com







