Ekspedisi Pengiriman Barang

Jenis Kemasan yang Dipakai Saat Mengirim Barang di Ekspedisi Pengiriman Barang, Apa Saja?

Kebanyakan barang yang dikirim oleh ekspedisi pengiriman barang dikemas di dalam kardus. Memang, terkadang ada wadah lain seperti tas kertas, dry box, styrofoam, dan lain-lain. Intinya sih, kemasan-kemasan ini disesuaikan dengan jenis barang yang bakal dikirim. Nah, kira-kira Anda tahu tidak kalau ada sejumlah jenis kemasan yang biasanya dipakai oleh pihak pengirim barang?

Setidaknya, ada tiga jenis kemasan yang bisa Anda pakai untuk mengirimkan barang demi memastikannya aman selama perjalanan.

Berikut adalah jenis-jenis kemasan tersebut.

  1. Kemasan Berjenis Primer

Jenis kemasan pertama yang sering dipakai untuk mengirim barang di ekspedisi pengiriman barang adalah kemasan primer. Kemasan ini dianggap bisa memberikan perlindungan maksimal terhadap barang yang dikirimkan. Maklum, kemasan ini langsung bersentuhan dengan produk yang bakalan dikirim.

Contohlah, produk seperti susu, makanan ringan, atau bahkan minuman botolan pasti dikemas dalam wadahnya. Tanpa kemasan primer tersebut, tentu produk-produk tersebut akan tumpah, rusak, atau bahkan mengalami penurunan kualitas sehingga tidak lagi layak untuk dikonsumsi. Nah, pada kemasan tersebut, biasanya juga bakal tercantum bahan-bahan pembuat dari produk yang dikirimkan, penanganan terhadap produk tersebut, hingga tanggal kadaluarsanya.

Yang patut Anda perhatikan adalah, terkadang kemasan primer ini terbuat dari bahan-bahan yang rentan mengalami kerusakan seperti plastik atau kertas. Bahan kertas misalnya, tentu mudah robek jika tipis dan mudah rusak jika terkena air. Sementara itu, bahan plastik bisa saja robek jika terkena tekanan tertentu. Jadi, Anda harus cermat saat mengirimkan barang-barang dengan kemasan ini, ya?

  1. Kemasan Berjenis Sekunder

Jenis kemasan lain yang dipakai dalam ekspedisi pengiriman barang adalah kemasan sekunder. Kalau yang ini, biasanya dari pihak pengirim barang yang memberikannya. Contohlah, produk minuman botolan ditempatkan di dalam kardus yang cukup tebal. Nah, fungsi dari kemasan sekunder ini tentu saja adalah memberikan pengamanan lebih kuat sekaligus membuat barang yang dikirim bisa cukup banyak.

Meski begitu, Anda juga harus memastikan kalau kemasan sekunder ini memang benar-benar cukup kuat, ya? Contohlah, jika Anda mengirim barang elektronik, sebaiknya diberi tambahan pengaman selain kardus agar tidak mudah penyok atau rusak selama perjalanan, ya?

  1. Kemasan Berjenis Tersier

Kemasan tersier juga kerap dipakai dalam ekspedisi pengiriman barang. Contohlah, jika Anda mengirim barang pecah belah, bakal memberikan pengaman yang cukup banyak. Dari lapisan bubble wrap, gumpalan kertas di dalam kardus tempat barang pecah belah tersebut, hingga tambahan pengaman dari bahan kayu di bagian luar. Semua ini perlu dilakukan demi memastikan barang aman selama dikirim.

Nah, jika Anda membutuhkan jasa ekspedisi pengiriman barang yang bisa memastikan keamanan barang-barang yang Anda kirim, gunakan saja jasa dari LJR Logistics? Apa saja sih jenis layanannya? Anda bisa dengan mudah mengeceknya di ljrlogistics.com, kok.

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *