MotoGP Mandalika 2022

Pawang Hujan Bukan Tradisi Khas Indonesia Saja, Jepang Juga Memilikinya

Gelaran MotoGP Mandalika 2022 tak hanya tentang ajang adu cepat para pembalap. Realitanya, ada hal lain yang mencuri perhatian penonton seantero jagat, yakni aksi sang pawang hujan Rara Istiani Wulandari.

Hujan memang sempat membuat balapan kelas paling bergengsi MotoGP tertunda sekitar 1 jam. Nah, di tengah derasnya hujan, Mbak Rara melakukan ritualnya sambil memukul panci emas dan mengucapkan mantra di dalam pit lane dan sejumlah titik sirkuit. Meski banyak yang menyebut aksinya sebagai hal yang dekat dengan klenik, sirik, atau bahkan nggak masuk akal, realitanya hujan kemudian berhenti dan jalannya balapan pun berlangsung seru hingga garis finish.

Apa yang dilakukan Mbak Rara bukan hal aneh bagi orang Indonesia. Di berbagai hajatan, baik itu yang dilakukan pemerintah, organisasi, event-event yang dilakukan di tempat terbuka, hingga hajatan keluarga seperti acara nikahan, pawang hujan cukup sering dipesan untuk memastikan acara berlangsung dengan lancar dan tidak diganggu oleh hujan deras.

Hanya, kebanyakan pawang hujan ini beraksi dalam senyap. Mereka melakukan tugasnya tanpa diketahui orang lain. Jadi, apa yang diperlihatkan Mbak Rara kemarin di ajang MotoGP Mandalika seperti menunjukkan hal yang selama ini tidak terlihat.

Pertunjukan pawang hujan di MotoGP Mandalika kemarin dianggap seperti menunjukkan tradisi khas Indonesia. Namun, sebenarnya bukan hanya negara kita yang mengadopsi pawang hujan, lo. Negara maju seperti Jepang bahkan masih mempercayainya. Tak percaya?

Pawang Hujan di Jepang Berupa Boneka

Di Jepang, pawang hujannya bukanlah manusia yang memiliki ilmu supranatural seperti Mbak Rara, ya? Pawang hujannya berupa boneka dan bisa dibuat sendiri oleh warganya. Nama boneka tersebut adalah Teru Teru Bozu. Warna boneka Teru Teru Bozu ini putih dan digantung di jendela. Cara menggantungnya pun cukup simpel karena hanya memakai benang. Kalau belum terbiasa dengan boneka ini, bisa jadi Anda akan ketakutan karena bentuknya mirip dengan hantu.

Layaknya tradisi pawang hujan di Indonesia, pawang hujan khas Jepang ini juga sudah dipercaya sejak lama, lho. Tepatnya sejak Zaman Edo (1603-1867). Di masa itu, jelas belum ada organisasi yang bisa memprakirakan cuaca seperti BMKG, ya? Jadi para petani berusaha untuk mengendalikan cuaca dengan memasang boneka ini.

Kini, di zaman modern, banyak orang yang sengaja memasang boneka Teru Teru Bozu sebelum acara piknik atau acara-acara lain di luar ruangan. Tujuannya ya agar cuaca tetap cerah dan tidak kehujanan.

Di Thailand Juga Ada Pawang Hujan

Kalau di Thailand, pawang hujannya mirip dengan pawang hujan khas Indonesia, yakni orang pintar yang diminta untuk melakukan ritual tertentu. Layaknya di sini juga, banyak organisasi pemerintah atau bahkan orang-orang modern yang tetap memakai jasanya demi memastikan acaranya bisa berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan cuaca buruk.

Nah, beda cerita dengan pawang hujan ya, kalau Anda ingin memakai jasa pengiriman barang, sudah ada ahlinya, yakni LJR Logistics yang berpengalaman dalam hal ini. Kalau ingin mengetahui lebih banyak detail layanan pengiriman barang di sini, bisa kok mengeceknya di situs ljrlogistics.com.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google reCAPTCHA

Form Komentar












Captcha Tidak Valid

Ohh sorry, you're not human (Anda bukan manusia)
Silahkan klik kotak I'm not robot (reCaptcha) untuk verifikasi