Minyak Goreng Langka

Minyak Goreng Langka Hingga Lebaran?

Salah satu hal yang bikin masyarakat kesulitan belakangan ini adalah minyak goreng langka di pasaran. Andaipun ada, minyak goreng yang tersedia adalah yang harganya cukup mahal. Nah, banyak orang bahkan khawatir kalau kelangkaan ini bisa mencapai Lebaran. Apalagi, kelangkaan ini sudah berlangsung selama dua bulan dan pemerintah seperti nggak berdaya untuk mengatasinya.

Agus Suyatno dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sampai angkat bicara terkait dengan kekhawatiran ini. Menurutnya, ada kemungkinan kelangkaan minyak goreng bisa mencapai Lebaran. Apalagi di bulan puasa nanti permintaan minyak goreng bakal meningkat di pasaran.

Agus juga mengeluhkan lemahnya pengawasan distribusi minyak goreng oleh pemerintah sehingga membuat minyak seperti menghilang dari pasaran. Sementara itu, pemerintah hanya mengeluarkan tudingan seperti panic buying, minyak ditimbun, dijual ke luar negeri, dan berbagai hal lainnya namun nyatanya belum ada dampaknya bagi pasokan minyak masyarakat.

Harga Sembako Diprediksi Bakal Meningkat Tajam

Nggak hanya minyak goreng langka yang harganya terus meroket, diperkirakan harga sembako juga bakal naik drastis selama bulan puasa dan Lebaran nanti. Apalagi, pemerintah juga memastikan kalau pajak pertambahan nilai (PPN) naik jadi 11 persen mulai 1 April 2022 nanti.

Memang, sembako tidak dikenakan PPN. Tapi, berbagai barang lain yang terkait dengan sembako bakal dikenakan PPN. Alhasil, besar kemungkinan harganya juga bakal naik di bulan puasa dan Lebaran nanti sampai 2 -3 persen.

Lantas, adakah solusi yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengatasi minyak goreng langka yang terus terjadi ini? Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pada Selasa, 22 Februari 2022 lalu menyebut pemerintah bakal terus menggencarkan operasi pasar dengan menggelontorkan minyak goreng murah hingga menjelang Lebaran 2022. Masalahnya, operasi ini diprediksi tidak akan memberikan pengaruh besar, khususnya di daerah-daerah yang jauh dari perkotaan.

Kebijakan Minyak Goreng Murah Justru Jadi Penyebabnya?

Beda dengan pemerintah, pengusaha minyak kelapa sawit Indonesia justru menuding kebijakan minyak goreng murah alias penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebagai pemicu kelangkaan minyak goreng di pasaran. Maklum, terjadi perbedaan harga yang sangat besar antara HET dengan yang harga real di pasaran dan akhirnya menyebabkan munculnya pasar gelap di level distributor.

“Sistem DMO, DPO, dan HET yang ditetapkan pemerintah ini bisa memicu munculnya pasar gelap,” ungkap Direktur PT Sumi Asih yang memproduksi minyak goreng Alexius Darmadi.

Duh, semoga saja harga minyak goreng bisa segera turun dan tidak lagi langka di pasaran agar masyarakat tidak lagi kesulitan untuk mencarinya.

Oh iya, meski out of topic, jika Anda ingin mengirimkan barang, tak ada salahnya untuk mencoba jasa dari LJR Logistics. Untuk mengecek apa saja layanan yang tersedia, bisa kok mengeceknya langsung di situs ljrlogistics.com.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Google reCAPTCHA

Form Komentar












Captcha Tidak Valid

Ohh sorry, you're not human (Anda bukan manusia)
Silahkan klik kotak I'm not robot (reCaptcha) untuk verifikasi